Pada tanggal 22 Juni 2010 PTNBR menyelenggarakan Presentasi Ilmiah Jabatan Peneliti sebagai persyaratan kenaikan jabatan peneliti dari peneliti muda ke peneliti madya. Bukan hanya sebagai persyaratan saja melainkan kedua presenter yang akan naik jabatan berikutnya tersebut berupaya melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masa depan BATAN dan manfa’at untuk masyarakat. Dua presenter tersebut adalah Drs. Putu Sukma Buana, M.Eng. (Bidang Teknik Lingkungan) dengan presentasinya yang berjudul “Evaluasi Parameter Dan Validasi Model Perpindahan Radionuklida Cs dari Tanah ke Tanaman Bayam dan Kangkung sebagai Bahan Kajian Dosis Radiasi Interna pada Manusia.” dan Drs. Zulfakhri, MT (Bidang Ilmu Kimia) berjudul “Evaluasi Dampak Radiologi Lingkungan Akibat Pengoperasian Reaktor TRIGA 2000 PTNBR-BATAN”.
Presentasi dilakukan di hadapan para undangan dan para dewan penilai baik dari BATAN ataupun dari luar BATAN. Ketua Dewan Penilai pada presentasi ini adalah Prof. Drs. Sunarhadiyoso, M.Sc.dan dibantu oleh sekretaris Dewan Drs. Tyn Ispriyanto serta para Pejabat penilai dari Tim Penilai Jabatan Peneliti (TPJP) BATAN dan pejabat penilai lainnya, termasuk Prof. Dr. Rochestry Sofjan, Dr. Poppy Intan Tjahaya, M.Sc. serta Kepala PTNBR Drs. Djatmiko, M.Sc. Sedangkan dewan penlai dari luar BATAN adalah Dr. Ir. Indah Rahmatiah Siti Salami, M.Sc dan Dr. Barti Setiani Muntalif dari ITB.
Drs. Putu Sukma Buana, M.Eng.yang akan naik jabatan penelitinya dari peneliti muda ke peneliti madya menyampaikan informasi yang diperoleh dari hasil penelitiannya bahwa dengan diketahuinya nilai parameter transfer dan tervalidasinya model matematika perpindahan radionuklida 137Cs dari tanah ke tanaman, maka besarnya dosis radiasi interna yang akan diterima manusia apabila mengkonsumsi tanaman sayuran, khususnya bayam dan kangkung, yang tumbuh di tanah yang tercemar radionuklida setelah waktu tertentu dapat diperkirakan.
Sedangkan informasi berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan Drs. Zulfakhri, MT dalam presentasinya menyatakan bahwa Limbah radioaktif dari hasil kegiatan yang dilakukan di reactor TRIGA 2000 beserta fasilitas pendukungnya telah dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak radiologi di lingkungan sekitar tapak reaktor.







